Nonton Marathon : Dark Shadow


Mumpung ada temen jadilah sayah nonton marathon. Dua film yang bagus menurut sayah.

DARK SHADOW

Awalnya sayah agak pesimis dengan film ini berhubung minus informasi yang sayah punya. Tetapi kata teman sayah itu yang main Johny Depp. Awww..awww…i love him. Okeylaah, saya setujui. Lihat di posternya ternyata di sutradarai sama Tim Burton. Baiklah, yang muncul di benak sayah adalah, film penuh fantasi warna-warni semodel sama film mereka berdua sebelumnya ” Willy wonka & chocolate factory”. Continue reading

LUPA


Mau nulis apa ?

Entah.

Kemarin banyak hal yang mau sayah tulis. Tentang cerpen Legian. Tentang Novel sisa memory di Bali. Review terakhir perjalanan ke Bali.Tentang kerjaan.

Arrgghhh..banyak hal.

Tetapi sekarang ? LUPA.

Bingung. Bengong di depan Angelo.

Perasaan gak bisa dipaksa, kawan.


Suatu hari salah satu sahabat sayah bercerita tentang dirinya yang didaulat untuk mencarikan salah satu temannya pasang. Sahabat saya itupun mengaku enggan ngenalin si calon ke teman-teman gengnya, apa pasal ?

Karena menurutnya teman gengnya itu termasuk pemilih, gak supel dan susah bergaul dengan orang baru. Lantas tanpa maksud apa-apa sayah pun sontak, “kalo gue?” Continue reading

Bertemu teman maya


Saat berkesempatan mengunjungi Bali beberapa hari lalu bersama Rhein, sayah memutuskan untuk berjumpa dengan salah satu warga ngerumpi dari pulau ini : Preman Kalem alias Gembel elit :P

Setelah kontak-kontakan dan janji ketemu setelah kami punya waktu luang di Kuta ( eciyeee…sok sibuk..) akhirnya kami ketemu juga dengan beliau di Ground Zero Monument. Akhirnya diputuskanlah untuk mengobrol sejenak di pinggir pantai yang terletak di sebuah plaza terbesar di Bali.

Lama sayah dan Rhein mewawancarai beliau,,,ihiiirrr,,,cerita-cerita tentang Bali, kebiasaan masyarakatnya dan juga keaktifannya di Ngerumpi secara udah lama juga beliau gak nulis-nulis di rumah orange itu.

Orangnya baik ternyatah seperti warga-warga ngerumpi yang pernah kopdar dengan sayah, (Rhein juga termasuk warganya lhoo ). Lama kami ngobrol sambil menikmati semilir angin laut bali dan ombak yang menimpali percakapan kami. Sesekali memperhatikan apakah pintu gerbang plaza sudah mulai di tutup atau belum, secara kalau gerbangnya di tutup kami gak akan bisa kembali keluar hehehehehe.

Wouuugghhh..ternyata sudah jam sebelas malam. Kamipun bersiap untuk meninggalkan pantai karena keterbatasan waktu tutup gerbang tadi..hehehehe.

Sayah dan Rhein pun diantar kembali ke homestay sekaligus mengucap perpisahan karena harus kembali ke Jakarta esok harinya.

Menyenangkan rasanya bertemu langsung dengan orang sudah akrab di dunia maya tetapi tidak mengurangi keramahannya setelah bertemu di dunia nyata.

Trims Ngerumpi membuat persahabatan menjadi lebih mudah.

Bali : Fun, Motorbike, GPS


Alhamdulilaaaah.

Sayah masih bisa berkesempatan mengunjungi Bali seperti yang sudah sayah idam-idamkan. Kali ini sayah sudah niat bulet – sebuletnya, mau menikmati bali sepuasnya bersama teman seperjalanan yang sangat menyenangkan, Rhein, Aha dan Yadi.

Meniru judulnya film julia robert saya memberi judul perjalanan ini : Fun, motorbike , GPS.

Yup, tidak ada hal menyedihkan selama 4 hari berada disini semuanya FUN. Sampai di Ngurah Rai pukul 12 malam dan muter-muter nyari losmen di poppies lane, di resein ababil australia, bule-bule jackpot dan tidur di jalanan, sampai soal makanan yang uhuuuyy..tiba-tiba kesemuanya jadi favorit sama mekdi or keepce.. ( terpaksa sih ).

Berbekal Motor sewaan, kami mengitari Bali dari utara ke selatan. Merancah lokasi-lokasi indah. Motor memang jadi alat transportasi utama buat para wisman disini, di kuta kita bisa menemukan banyak wisma yang wara-wiri naik motor dengan telanjang dada sambil di sebelahnya menenteng papan surfing..ahaayy! seperti berada di miami. Untunglah Rhein dan Aha berbakat jadi biker keren, sementara sayah dan Yadi udah pasti jadi bocenger keren juga :D

Dan berterimakasih dengan sangat kepada pencipta GPS alat mungil yang membantu kami menemukan jalan. Hihihihihi…benda kecil itu sangat membantu sekali. Walaupun sebenarnya, senyasar-nyasarnya di bali tetep akan menyenangkan tetapi dengan GPS kami tak pernah nyasar horeeeee…

Semua lokasi menyenangkan, dan favorit sayah adalah pantai padang-padang.

Dan kami mengambil kesimpulan, memisahkan lokasi berdasarkan pendapat asal jeplak kami : Kuta, sedikit begajulan, tempat para backpacker, dan kota yang gak pernah tidur. Kehidupan malamnya juga tetap asyik untuk dilihat. Sementara Seminyak lebih elegan, rapi dan high class..hihihihih…Lain lagi dengan ubud, tenang, nyaman dan asri.

AHHHHHH…jadi pengen kesana laagggiii….

Sekian cerita singkatnya.
Ikuti cerita perjalanan saya di menu : Edisi jalan-jalan di atas menu bar anda :D

A Question from guest



Usai menulis postingan sebelumnya , seseorang bertanya japri :

” Terus, lo pernah jatuh cinta sama orang yang lo ajak ngobrol tiap hari itu di sosmed ? “

Jedeeeerrr!! Ini pertanyaan harus di jawab, di biarkan menguap atau, di tunda saja jawabannya :D

Add me dong ! Follow dong !


” Efek sosial media itu dahysat, lo bisa jatuh cinta dengan orang yang setiap hari ngobrol dengan lo tanpa bertemu sebelumnya, tapi lo juga bisa benci sedemikian rupa dengan orang yang belum pernah lo temui sebelumnya “

Begitu kata teman saya suatu hari. Continue reading